Rabu, 06 Maret 2019

Refleksi Sholat

Hari-hari manusia memang tak pernah lepas dari setumpuk rutinitas yang dijalankan. Hampir lebih kurang 24 jam dalam sehari manusia disbukan dengan berbagai tugas dan target yang harus mereka selesaikan. Tak jarang rutinitas full tersebut menimbulkan gejala stress, suntuk, depresi, dan gangguan kejiwaan lain yang tak dapat dihindari. Gangguan jiwa tersebut dalam beraktivitas merupakan suatu kewajaran, karena hakikat sifat alami manusia adalah mudah mengalami rasa bosan. Namun akan menjadi tidak wajar jika penyakit jiwa tersebut berlangsung lama menjadi momok dan penyakit bagi diri sendiri.


Islam sebagai ajaran yang komprehensif mengatur kehidupan umatnya secara komprehensif dan seimbang dari aspek rutinitas ibadah maupun rutinitas muamalah. Rutinitas ibadah yang kita lakukan seperti sholat, puasa, zakat, haji dan lain sebagainya dapat dikategorikan sebagai rutinitas berdimensi ukhrowi karena erat kaitannya dengan konektivitas dengan Allah SWT. Adapun rutinitas muamalah yang kita lakukan seperti, bekerja, transaksi jual-beli, bercengkrama, dan lain-lainnya adalah rutinitas yang memiliki dimensi kedunian, karena berhubungan kangsung dengan sesama manusia. Kedua aktivitas yang kita jalani tersebut haruslah seimbang satu sama lain tidak condong berat sebelah.  Artinya kita sebagai umat Islam tidak boleh hanya beribadah saja di mesjid sehingga meninggalkan hubungan interaksi dengan sesama muslim lainnya. Begitu pula sebliknya, umat muslim juga dilarang terlalu sibuk dengan urusan keduniannya, sehingga lupa akan Allah dan kehidupan akhiratnya. Pentingnya keseimbangan ini tersirat di dalam firman Allah surah  Al-Qosos ayat 77:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Carilah negeri AKHERAT pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia“. (QS. Al-Qosos: 77).


Keseimbangan antara dua rutinitas tersebut begitu penting untuk diperhatikan oleh kaum muslimin, sebab apabila keduanya tidak seimbang maka akan menimbulkan permasalahan salah satunya adalah penyakit jiwa. 

Adalah ibadah sholat, selaku rutinitas ukhrowi yang ingin saya kedepankan dan korelasikan dengan rutinitas duniawi dalam tulisan ini. Kenapa Sholat? karena sholat adalah amalan ukhrowi yang sering kali dilalaikan oleh Kaum Muslimin. Fakta ini tidak bisa kita pungkiri karena banyak kaum muslimin yang tersibukan dan terlena dengan rutinitas duniawai yang mereka lakukan. Kita bisa memperhatikan bagaimana kondisi shaf sholat di mesjid-mesjid ketika datang waktu sholat, apakah penuh sampai shaf belakang ketika di hari jum'at atau hanya terisi beberapa shaf saja, bahkan kurang dari satu shaf.

Lalu kenapa harus sholat? lantas apa kaitannya dengan penyakit jiwa?

Jika kita coba renungkan, bahwa Allah itu begitu Maha Agung, dalam setiap perintah yang Dia titahkan kepada hambanya atau segala sesuatu yang IA ciptakan, maka ada hikmah yang terkandung di baliknya. Tiada yang sia-sia dibalik semua apa yang Allah ciptakan atau yang Dia perintahkan. 

Aktivitas sholat mungkin bagi sebagian kita hanya dianggap rutinitas yang biasa-biasa saja, datang waktu azan, kemudian iqomah lalu menunaikannya baik itu berjama'ah atau sendirian. Seusai sholat kita melanjutkan aktifitas kembali. Begitulah rutinitas sholat yang selalu kita kerjakan.

Tapi tidakkah kita menyadari bahwa dari aktivitas sholat 5 waktu yang Allah perintahkab tersebut, mulai dari subuh hingga waktu isya adalah sebagai bentuk merefreshkan kembali dan mengistirahatkan sejenak  fisik, jiwa, pikiran, dan hati kita dari setumpuk aktivitas sehari-hari.

Tubuh yang kita paksakan untuk bekerja ini tentunya akan merasa letih dan lesuh, sehingga ia membutuhkan istirahat. Dan sholat adalah sarana yang Allah perintahkan untuk merefreshkan kembali tubuh dan jiwa kita.

Diawali dengan perintah sholat subuh. Setelah kita terlelap beberap jam untuk beristirahat, Allah bangunkan dan perintahkan kita untuk menunaikan sholat subuh supaya tubuh yang telah lama terlelap ini segar kembali  sehingga dapat melakukan rutinitas di pagi hari dengan maksimal. 

Setelah lebih kurang 5 jam bekerja di waktu pagi, Allah menciptakan waktu siang dengan perintah sholat zuhur, untuk apa? 

Untuk merefreshkan kembali pikiran dan badan kita yang mungkin terasa lelah ketika beraktivitas di pagi hari. Begitu pula seterusnya dari waktu ashar, maghrib dan isya, semuanya Allah ciptakan supaya kita dapat merefreshkan kembali pikiran, jiwa dan tubuh kita dari berbagai macam rutinitas harian.

Suasana apakah yang sahabat rasakan setelah sholat? apakah ketenangan? pikiran kembali fresh?energi positif mulai terbarukan kembali? dan efek-efek Positif lainnya? Jawabannya bisa sahabat jawab sendiri dan rasakan. 

Ketenangan yang kita dapatkan seusai sholat adalah satu dari sekian nikmat yang Allah janjikan  kepada kita melalui sholat.  Sebagaimana janji Allah dalam surah Ar-ra'du ayat 28:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (Qs. ar-Ra’du: 28).

(Barak Utsman, 7 Maret 2019)







 Denda Berlipat *5 angsuran. Patutkah??? Selamat malam pembaca semua. Ceritanya malam ini mencoba memaksakan kembali diri untuk menulis ap...