Beberapa bulan kedepan rakyat Indonesia akan mengadakan perhelatan pesta demokrasi yang diawali dengan pemilihan anggota legislatif, pejabat pemimpin daerah lalu diakhiri dengan pemilihan presiden.
Seperti nya politik ditahun ini diperkirakan sangat panas, masing-masing dari para kubu pendukung tampak saling serang-menyerang tak berkesudahan, sehingga sangat disayangkan persatuan dan kesatuan yang seharusnya diharapkan dan di pupuk bersama sulit untuk diwujudkan.
Tentunya perseteruan ini secara tak sengajai mencederai semboyaan keberagaman kita bangsa Indonesia, "Bhineka Tunggal Ika" (berbeda-beda tapi tetap satu jua)
Sepertinya keberagaman kita sedang di uji oleh Tuhan, apakah kita tetap konsisten menerapkan dan menjalankan semboyaan yang telah kita sepakati bersama tersebut atau mungkin menggapnya hanya sebatas formalitas saja yang terpajang bagai hiasan tak ada artinya.
Kita semua tentunya berharap perpecahan yang terjadi diantara kita saat ini tentunya tidak diingin berlarut-larut tanpa kesudahan, sehingga membuat kita saling membenci dan mencurigai satu sama lain. Tak ada rasa ketentraman, tak ada rasa saling menghormati dan tak ada rasa saling bertoleransi diantara kita.
Tanpa kita sadari sesungguhnya perpecahan dan permusushan yang terjadi ini, akan memberi peluang kepada musuh-musuh kita diluar sana untuk mengadu domba sesama kita. Dan bukankah ini adalah cara ampuh dari para penjajah masa silam untuk menaklukan nusantara ini? dan akankah hal tersebut akan terulangi oleh kita kembali?
Jawaban nya tentu kembali kepada kita masing-masing. Mari kita resapi kembali semboyaan bangsa kita, mari kita dengungan kembali di tengah-tengah gentingnya situasi ini. Berharap kita yang berpeluang terpecah ini bersatu kembali dalam bingkai persatuan dan kesatuan yang rukun, toleransi dan saling menghormati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar